Bagaikan air dan api, takkan bisa menyatu untuk selamanya. Itulah pikiran pertama yang terlintas ketika seseorang menggambarkan sesuatu yang bertolak belakang, mulai dari sifat ataupun secara fisik. Api memang panas, dapat membakar apapun yang ada disekitarnya, berbahaya dan dapat menghancurkan apa saja. Dan air, dingin, basah dan tak dapat diprediksi arah dan tujuannya, sering mengikuti angin yang berhembus, pasrah mengikuti alur yang ada bahkan tidak berusaha untuk menentang takdir yang sudah ditetapkan. Kedua elemen kehidupan memang bertolang belakang, yang satu ambisius dan lainnya pasrah akan keadaan.
Banyak orang berpendapat bahkan api dan air jangan disatukan karena dapat menghancurkan salah satu pihak bahkan dapat menghancurkan keduanya. Namun, penulis berpikir bahwa ketika api dan air menyatu, bentuk baru akan muncul, lebih tenang, ambisius tapi tetap pada jalurnya, basah tapi dapat menghangatkan, panas tapi dapat menyejukkan, itulah uap yang terbentuk ketika api dan air menyatu
terkadang suara tak bisa didengar, terkadang hanya rangkaian kata yang bisa terbaca, walau hanya kata-kata sederhana
Wednesday, July 10, 2013
Air dan api
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment